Gadis Ini Sudah Ajak 4 Pria Menginap di Vila Kota Batu. Racikan Obat Kuatnya Bikin Gempar. LIHAT YANG TERJADI SELANJUTNYA


Namanya Diana Naomi, warga Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Perempuan 30 tahun itu rupanya punya cara khusus untuk menarik perhatian para pria.

Memanfaatkan media sosial Badoo, ia berkenalan dengan para pria incarannya.

Tak hanya sebatas berkenalan, Diana biasanya bisa mengajak teman laki-laki yang baru dikenalnya melalui media sosial itu untuk bertemu dan check in di hotel di kota Batu.

Menurut pengakuannya, sudah ada empat pria yang berhasil digaetnya dan diajak menginap di vila atau hotel.

Sayangnya setelah 'berkencan' dengan pria ke empat ia kini harus berurusan dengan polisi.

Diana ditangkap polisi karena laporan pria korbannya.

Gadis lajang itu ternyata memang sengaja menggaet pria-pria mata keranjang untuk berbuat kejahatan.
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto menceritakan, Diana Naomi ini berkenalan dengan banyak pria untuk selanjutnya mengelabuhi korbannya.

Setelah berkenalan lalu ia mengajak korbannya untuk ketemuan di suatu tempat.

Modus selanjutnya, mereka akan masuk hotel.

Saat di hotel atau villa Diana akan merayu laki-laki kenalannya dengan iming-iming memberikan jamu agar memberikan kekuatan stamina saat berhubungan in##m.

Tapi racikan jamu obat kuatnya itulah yang jadi awal kejahatan.

Ia meracik jamu dari daun bunga kecubung dan dicampur dengan air. .

"Jadi pelaku ini memberikan minuman ke korban bilangnya untuk meningkatkan stamina, padahal minuman itu untuk membuat korban pingsan dan tidak sadarkan diri," kata Budi saat rilis di Polres Batu, Rabu (25/4/2018).

Begitu korban pingsan, pelaku mengambil harta benda yang dibawa oleh korban.

Mulai uang, handphone hingga sepeda motor diembatnya.

Aksi Diana terbongkar saat ia mengajak korban keempatnya untuk ketemuan di salah satu villa di Songgoriti pada 29 Maret.

Pelaku baru bisa diamankan petugas kepolisian pada 21 April di kediamannya.

"Korbannya sudah ada tiga, pelaku bermain sendirian," imbuhnya.

Dikatakannya, kalau banyak korban yang tidak melapor karena malu.

Ia menjelaskan bahwa bunga kecubung ini dipercaya bukan sebagai jamu, tetapi sebagai racun.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi